Download

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(Ali Imran 190-191)

Rabu, 26 Desember 2012

SEMEN PORTLAND


Semen portland dalam proses pengerasannya apabila bersentuhan dengan air, dan akan terbentuk suatu adukan yang disebut dengan pasta semen. Pasta semen portland tersebut apabila ditambahkan pasir dan kerikil lalu diaduk hingga sampai merata (homogen) maka dinamakan sebagai adukan beton. Pada proses pengerasan semen portland yang di campur dengan air, pasir dan kerikil tersebut berdasarkan hasil pengamatan lamanya kira-kira sekitar 3 jam, tetapi itupun dipengaruhi oleh mutu dan jenis semennya. Maka apabila di dalam proses pelaksanaan pekerjaan beton supaya dapat menghasilkan mutu beton yang bagus maka perlu pengawasan oleh orang yang mengerti betul tentang beton sehingga kualitasnya bagus. Sebagai dasar pengetahuan didalam pekerjaan konstruksi, tentang semen portland sebagai bahan pengikat untuk mutu dari kekuatan beton tersebut maka semen portland seperti kita ketahui ada 5 kelas, yaitu :
  1. Semen portland mutu S.325 umur 28 hari  dengan kekuatan tekannya 325 kg/cm2
  2. Semen portland mutu S.400 umur 28 hari dengan kekuatan tekannya 400 kg/ cm2
  3. Semen portland mutu S.475 umur 28 hari dengan kekuatan tekannya 475 kg/ cm2
  4. Semen portland mutu S.550 umur 28 hari dengan kekuatan tekannya 550 kg/ cm2
  5. Semen portland mutu S.S umur 1 hari dengan kekuatan tekannya 225 kg/ cm2 dan pada umur 7 hari kekuatan tekannya 525 kg/ cm2

Dari kelima kelas semen portland tersebut selama proses pengerasan di dalam pengerjaan beton untuk mendapatkan ikatan semen yang bagus dengan baja tulangan perlu pengawasan betul-betul.

PENGETAHUAN DASAR ILMU UKUR TANAH UNTUK MEMPERPANJANG GARIS LURUS DI LAPANGAN


Pengetahuan dasar ilmu ukur tanah tentang memperpanjang garis lurus di lapangan hampir sama dengan cara membuat garis lurus di lapangan. Tetapi ada sedikit perbedaan di dalam memperpanjang garis lurus di lapangan titik – titik yang akan ditentukan di antara dua titik yang sudah diketahui di lapangan. Sedangkan pada pekerjaan memperpanjang garis lurus di lapangan titik – titik yang akan ditentukan di luar garis sudah diketahui, mungkin di belakang atau di muka dua titik yang sudah diketahui.  Dalam memperpanjang garis lurus di lapangan ini dapat dilakukan secara tim atau dapat juga perorangan. Sedangkan pada pekerjaan membuat garis lurus di lapangan minimal dikerjakan dua orang. Bisa dikerjakan secara perorangan, hanya saja arah geraknya harus mundur dan jarak yalon yang telah

Selasa, 25 Desember 2012

PENGETAHUAN DASAR ILMU UKUR TANAH UNTUK MEMBUAT GARIS LURUS DI LAPANGAN

Pengetahuan dasar ilmu ukur tanah untuk menentukan garis lurus maka harus ditentukan terlebih dahulu titik – titik di lapangan. Garis lurus tersebut menghubungkan dua titik ujung dengan jumlah yang cukup banyak, sehingga garis lurus itu kelihatan dengan jelas. Titik- titik tersebut dinyatakan dengan yalon dan tiap – tiap bagian garis yang terletak antara yalon dianggap lurus. Sebagai syarat utama untuk mencapai tingkat ketelitian yang cukup besar maka tiap – tiap yalon harus terletak tegak lurus. Untuk itu, selalu diupayakan untuk semua yalon diletakkan dengan tegak lurus.  Jarak antara kedua titik di lapangan dikatakan lurus apabila jarak yang diukur tersebut panjangnya tidak melebihi dari 3,5 m. Karena apabila jaraknya melebihi 3,5 m sangat dipengaruhi adanya faktor dari kelengkungan bumi. Namun bila dalam pengukuran tidak dituntut adanya faktor keakuratan, maka pengaruh dari kelengkungan bumi tersebut dapat diabaikan. Beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam membuat garis lurus antara dua titik di lapangan, yaitu :

Jumat, 14 Desember 2012

MATERIAL DINDING BANGUNAN


Seperti kita ketahui bahwa dinding merupakan suatu bagian bangunan yang sangat penting peranan dalam suatu konstruksi bangunan. Sebagai pelindung dari isi yang ada di dalam bangunan tersebut. Di samping berfungsi sebagai pelindung dari segi konstruksi dinding juga memberikan tampilan yang artistik pada bangunan tersebut. Beberapa material yang digunakan untuk bahan dinding antara lain :

Rabu, 25 April 2012

MERENCANAKAN KONSTRUKSI TANGGA BETON


Konstruksi tangga pada perencanaan bangunan bertingkat seperti pada rumah atau bangunan-bangunan publik perlu dirancang sebagus dan senyaman mungkin. Fungsi dari tangga sebagai penghubung antara lantai tingkat satu dengan lantai tingkat lainnya pada suatu bangunan. Dalam perencanaan tanggapun perlu kita perhatikan sudut tangga supaya nyaman, efesien dan mudah dijalani, termasuk dari kemiringan tangganya itupun sendiri. Kemiringan tangga yang ideal ± 40, karena pada waktu menjalaninya tidak terasa lelah pada waktu arah naik, serta tidak berbahaya pada waktu arah turun dari tangga. Beberapa hal yang harus diterapkan dalam merencanakan konstruksi tangga secara umum yaitu :
  1. Direncanakan dan dipasang berdasarkan zoning yang mudah dijangkau oleh setiap orang
  2. Pada daerah tangga harus mendapat penerangan yang cukup terutama pada siang hari
  3. Tangga mudah dijalani atau digunakan
  4. Kuat, nyaman, sederhana dan layak untuk dipakai. 
  5. Pada saat digunakan tangga tersebut terasa nyaman, menyenangkan dijalani, maka ukuran Optrade (tegak) dan Aantrede (mendatar) harus sebanding.

Rabu, 18 April 2012

MENDESAIN SEPTICTANK BESERTA PERESAPAN



Septictank merupakan salah satu kelengkapan pada suatu bangunan dimana fungsinya sebagai instalasi pengolahan air kotor (air limbah) terutama dari kakus atau WC. Oleh karena itu desain suatu bangunan harus dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah, apabila instalasi air kotor ini tidak diperhatikan akibatnya akan terjadi pencemaran bagi lingkungan, kotor dan menjijikan bagi rumah disekitarnya. Aplikasi di lapangan bentuk dari septicktank beragam bentuk dan jenisnya, namun secara idealisasi bentuk dan bagian-bagian dari septictank sebagai berikut :

Kamis, 29 Maret 2012

PELAT LANTAI


Konstruksi suatu bangunan terdiri dari bagian-bagian atau komponen bangunan. Konstruksi bangunan yang seluruh konstruksi pendukungnya  merupakan struktur beton bertulang adalah pelat lantai, balok lantai, kolom, dinding. Pada pengerjaan Pelat lantai beton bertulang umumnya di cor ditempat bersama-sama dengan balok lantai dan kolom sehingga terjalin suatu hubungan atau ikatan yang sangat kuat dengan komponen tersebut. Ikatan antara pelat lantai dengan balok akan diperoleh suatu jalinan yang merupakan satu kesatuan yang disebut perletakan jepit, sedangkan untuk menahan momen lentur maka dipasang tulangan baja baik searah maupun pada kedua arah.         
Pada pengerjaan tulangan pelat lantai, tulangan pelat lantai tersebut harus dikaitkan pada  tulangan balok penumpu sesuai dengan persyaratan yang ada. Dalam perencanaan dan perhitungan plat lantai harus mengikuti peraturan yang berlaku, yaitu harus sesuai dengan persyaratan beton bertulang yaitu SNI Beton 1991. Bentangan pada pengerjaan plat lantai digunakan ukuran 3 x 3,  3 x 4,  3 x 5,   3½ x 4,   3 x 4½,   4 x 4, disesuaikan dengan pengaturan jarak kolom dan balok portal, jika perlu di tambah balok-anak


Gambar bentangan plat lantai

Recent Posts