Download

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(Ali Imran 190-191)

Minggu, 23 Oktober 2011

FUNGSI SLOOF DAN CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN MATERIAL SLOOF


Pada jenis kondisi tanah dan kekerasannya berbeda maka beban yang diterima fondasi tersebut tentunya juga berbeda-beda. Dalam kondisi tersebut dapat terjadi penurunan pada bangunan yang tidak merata atau hanya sebagian saja. Maka untuk mengatasi hal tersebut sangat penting untuk dipasang sloof. Sloof merupakan struktur dari suatu bangunan yang terletak diatas fondasi. Fungsi dari sloof ini adalah
  1. Menahan beban dari dinding sekaligus meratakan beban yang diterima oleh pondasi dan dilimpahkan ke tanah.
  2. Sebagai pengunci dinding apabila terjadi gaya lateral atau gaya horizontal yang diakibatkan oleh gempa supaya dinding tersebut atau struktur tersebut ruksak atau tidak mengalami roboh.
 Cara Penghitungan Kebutuhan Material Sloof


Pada gambar sloof tersebut, misalkan didapatkan ukuran 80 meter
Volume  = 0,2 m x 0,15 m x 80 m = 2,4 m3
Untuk kebutuhan material sloof tersebut ada 3 jenis yaitu material beton, material besi, material bekisting.
A.  Mutu beton
Mutu beton ada beberapa macam jenis, yaitu mulai dari mutu beton B0, K100, K 125, K 150, K175, K 225, K 300. Contoh dalam penggunaan mutu beton dalam tulisan ini diambil K 150 alasannya untuk mendapatkan mutu beton K 150 ini pembuatan dengan cara manual bisa terpenuhi kualitasnya. Sedangakan untuk mutu beton yang lain tersebut itu memerlukan suatu pengawasan yang sangat ketat. Maka untuk mutu beton K 150 kebutuhan materialnya antara lain
Perhitungan Kebutuhan Material
1.      Semen = 2,4 m3 x 299 kg = 717,6 kg ( pc 40 kg = 17,94 zak).
2.      Pasir = 2,4 m3 x 799 kg = 1917,6 kg (Bj =1,6) = 1,2 m3
3.      Krikil = 2,4 m3 x 1017 kg = 2440,8 kg (Bj = 1,9)= 1,3 m3
Perhitungan Kebutuhan Tenaga
1.      Pekerja = 2,4 m3 x 1,65 = 3.96 OH
2.      Tukang = 2,4 m3 x 0,275= 0,66 OH
3.      Kep.Tukang = 2,4 m3 x 0,03 = 0,072 OH
4.      Mandor = 2,4 m3 x 0,083 = 0,212 OH
 
B.  Pembesian (Menggunakan besi polos)
     Perhitungan Kebutuhan Material
  1. Tulangan pokok 4 d 10.dan pajang total sloof 80 meter Maka besi beton yang diperlukan 4 bh x 80 meter = 320 meter /12 meter (panjang 1 batang besi beton standar 12 meter) = 28,33 batang atau 28,33 batang x 7,4 kg = 209.64 kg.
2.  Tulangan begel d 8 – 15 dan panjang Total sloof 80 meter
          Maka jumlah begel yg diperlukan 80/0,15 = 533,3 = 533 buah. Kita ingat bahwa ukuran sloof lebar adalah 15 cm dan tinggi sloof 20 cm kiri kanan, sedangkan untuk selimut betonnya 2 cm untuk atas, bawah, kiri dan kanan. Untuk pembengkokan ujungnya 5 cm sehingga untuk Panjang 1 buah besi begel = {(2x15)+(2x20)}-{(2x2)+(2x2)}+5cm = 67 cm. Total kebutuhan panjang besi untuk begel = 533 buah x 0,67 m = 357,11 = 357 meter/12 = 29.75 = 30 batang x 4,74 kg = 142,2 = 142 kg.

Maka total kebutuhan besi beton untuk membuat sloof sepanjang 80 meter = 194,8 kg.
+ 142 kg  = 336,8 kg

Kebutuhan kawat untuk mengikat besi adalah 10% dari berat besi beton = 3,36 kg
           
     Perhitungan Kebutuhan Tenaga 
  1. Pekerja = 336,8 kg x 0,007 = 2,35 OH.
  2. Tukang = 336,8 kg x 0,0007 = 0,23 OH
  3. Kep.Tukang = 336,8 kg x 0,00007 = 0,023 OH
  4. Mandor = 336,8 kg x 0,0004 = 0,134 OH
C.  Pembuatan Bekisting
     Luasnya bekisting bekisting = (80 m x 0,2 m)x 2 = 32 m2

     Perhitungan Kebutuhan Material
1. Papan 2/20 x 3 m = 34 x 1,7 lbr = 57,8 lbr
2. Paku 2”-5” = 34 x 0,3 kg = 10,2 kg

Didalam pengerjaan sloof untuk kebutuhan papan tidak mesti harus dipenuhi sebanyak 57,8 lembar karena di dalam pengerjaan sloof tidak serentak pengerjaannya. Jadi kebutuhan papan untuk membuat bekisting sloof cukup 50% saja, karena papan yang sudah digunakan pembuatan bekisting bisa digunakan kembali untuk kebutuhan pengerjaan berikutnya.

Perhitungan Kebutuhan Tenaga
1. Pekerja = 32 m2 x 0,52 OH = 16,64 OH
2. Tukang = 32 m2 x 0,26 OH = 8,32 OH
3. Kep.Tukang = 32 m2 x 0,026 OH = 0,832OH
4. Mandor = 32 m2 x 0,026 OH = 0,832OH
 
PERHITUNGAN TOTAL KEBUTUHAN UNTUK MEMBUAT SLOOF SEPANJANG 80 METER
A.     Perhitungan Kebutuhan Material
1.    PC (semen 40 kg/zak) = 17,94 zak .
2.    Pasir = 1917,6 kg = 1,2 m3
3.    Split (kerikil) = 2440,8 kg = 1,3 m3
4.    Besi beton d 10 mm = 28,33 batang atau 29 batang
5.    Besi Beton d 8mm = 30 batang
6.    Kawat pengikat besi = 3,36 kg
7.    Papan 2/30x3m = 57,8 lembar
8.    Paku = 10,2 kg
B.     Perhitungan Kebutuhan Upah
1. Pekerja = 0,29 OH
2. Tukang = 0,94 OH
3. Kep.Tukang = 0,0116 OH
4. Mandor = 0,0141 OH

PERHITUNGAN TOTAL UNTUK SETIAP 1 M SLOOF DENGAN DIMENSI DAN PENULANGAN SEPERTI PADA GAMBAR
A.     Perhitungan Kebutuhan Material
1. PC (semen 40 kg/zak) = 0,224 zak .
2. Pasir = 0,02 m3
3. Split (krikil) = 0,02 m3
4. Besi beton d 10 mm = 0,333 batang
5. Besi Beton d 8 mm = 0,377 batang
6. Bindrat = 0,051 kg
7. Papan 2/30 x 3m = 0,68 lembar
8. Paku = 0,12 kg
B.     Perhitungan Kebutuhan Upah
1. Pekerja = 0,29 OH
2. Tukang = 0,94 OH
3. Kep.Tukang = 0,0116 OH
4. Mandor = 0,0141 OH

Untuk membuat sloof dengan ukuran 15/20 maka harus dihitung pajang total sloofnya, lalu kalikan dengan kebutuhan material atau upah setiap 1 meter sloof.Kebutuhan material biasanya lebih dari perhitungan sampai dengan 75% karena pengaruh pada pengukuran dalam bak trucknya, misalkan untuk kebutuhan pasir 0,02 m3 bisa menjadi 0,035 m3, dan juga untuk kebutuhan split (kerikil) bisa mencapai 25% maka kebutuhan split (kerikil) 0,02 m3 = 0,025 m3.

1 komentar:

Recent Posts