Download

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(Ali Imran 190-191)

Kamis, 29 Maret 2012

PELAT LANTAI


Konstruksi suatu bangunan terdiri dari bagian-bagian atau komponen bangunan. Konstruksi bangunan yang seluruh konstruksi pendukungnya  merupakan struktur beton bertulang adalah pelat lantai, balok lantai, kolom, dinding. Pada pengerjaan Pelat lantai beton bertulang umumnya di cor ditempat bersama-sama dengan balok lantai dan kolom sehingga terjalin suatu hubungan atau ikatan yang sangat kuat dengan komponen tersebut. Ikatan antara pelat lantai dengan balok akan diperoleh suatu jalinan yang merupakan satu kesatuan yang disebut perletakan jepit, sedangkan untuk menahan momen lentur maka dipasang tulangan baja baik searah maupun pada kedua arah.         
Pada pengerjaan tulangan pelat lantai, tulangan pelat lantai tersebut harus dikaitkan pada  tulangan balok penumpu sesuai dengan persyaratan yang ada. Dalam perencanaan dan perhitungan plat lantai harus mengikuti peraturan yang berlaku, yaitu harus sesuai dengan persyaratan beton bertulang yaitu SNI Beton 1991. Bentangan pada pengerjaan plat lantai digunakan ukuran 3 x 3,  3 x 4,  3 x 5,   3½ x 4,   3 x 4½,   4 x 4, disesuaikan dengan pengaturan jarak kolom dan balok portal, jika perlu di tambah balok-anak. 


Gambar bentangan plat lantai

Jumat, 09 Desember 2011

MEMAHAMI BAHAN MATERIAL BANGUNAN KAYU


Kayu adalah bahan produk alam yang kita dapatkan dari tumbuh-tumbuhan (pohon-pohonan/trees) dan termasuk vegetasi alam. Pada pekerjaan sipil kayu digunakan sebagai salah satu bahan material atau bahan bangunan. Dimana kayu ini merupakan bahan bangunan yang banyak disukai orang atas pertimbangan tampilan maupun kekuatan. Dilihat dari aspek kekuatan, kayu ini cukup kuat dan kaku, walaupun tidak sekuat material bahan bangunan baja atau beton, selain mudah dikerjakan dengan cara disambung dengan alat sambung kayu, mudah di daur ulang dan juga kayu merupakan bahan material yang ramah lingkungan.
Dalam perkembangannya, material bahan bangunan kayu digunakan sebagai struktur, dimana struktur kayu banyak digunakan sebagai alternatif dalam perencanaan pekerjaan-pekerjaan sipil,  diantaranya adalah : rangka kuda-kuda, rangka dan gelagar jembatan, struktur perancah, kolom, dan balok lantai bangunan dan lain-lain.


A. SUSUNAN KAYU
Menurut Peraturan Konstruksi Kayu - PKKI (Lampiran 3), dari 3000-4000 jenis pohon yang ada di Indonesia baru sekitar 150 jenis yang telah diselidiki dan dianggap penting dalam perdagangan. Dari jumlah tersebut sebagian merupakan  jenis  kayu  yang  penting  sebagai bahan struktur. Lembaga Pusat Penyelidikan Kehutanan telah menyusun daftar kayu Indonesia yang terdiri dari 90 jenis kayu penting di Indonesia. Daftar tersebut tercantum selengkapnya pada Lampiran I. Susunan kayu sebagaimana disajikan pada gambar di bawah ini.  
 
Susunan Kayu Terdiri Dari Susunan Sel-Sel, Dan Sel-Sel Tersebut Terdiri
Dari Susunan “Cellose” Yang Diikat Dan Disatukan Oleh “Lignine”

Selasa, 08 November 2011

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PADA PROYEK BANGUNAN


Pada perencanaan suatu konstruksi merupakan tahap yang sangat penting karena menyangkut dengan penyusunan rencana teknis (desain) bangunan sampai dengan penyiapan dokumen-dokumen lelang. Biasanya di dalam penyusunan rencana teknis bangunan tersebut menggunakan penyedia jasa perencana konstruksi atau disebut konsultan perencana. Bisa yang berbadan hukum atau perorangan yang ahli atau berkompeten dalam jasa konsultan tersebut. Pada proses penyusunan rencana teknis tersebut disusun berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK), disesuaikan dengan pedoman dan ketentuan standar teknis yang berlaku. Dalam kegiatan perencanaan dan perancangan pada proyek bangunan bias kita uraikan sebagai berikut :

Selasa, 25 Oktober 2011

PERSYARATAN ADMINISTRATIF BANGUNAN


Secara umum persyaratan suatu bangunan pada dasarnya harus memenuhi persyaratan administratif. Tetapi persyaratan bangunan secara teknis harus sesuai dengan fungsi dari bangunan itu tersebut. Pada persyaratan administratif seuatu bangunan gedung tersebut antara lain yaitu
1.   Status dari hak atas tanah, dan/atau ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah tersebut
2.   Status dari kepemilikan bangunan gedung tersebut
3.   ijin mendirikan bangunan gedung (IMB)

Oleh karena itu setiap bangunan gedung harus didirikan pada tanah yang status kepemilikannya yang jelas, dengan catatan milik sendiri maupun milik pihak lain, supaya tidak bermasalah. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) suatu bangunan diberikan oleh pemerintah daerah, terkecuali untuk bangunan dengan fungsi khusus itu IMB nya diberikan oleh Pemerintah Pusat. IMB tersebut diberikan melalui proses permohonan. Untuk IMB telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 24/PRT/M/2007 yang dikeluarkan Tanggal 9 Agustus 2007 Tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan Gedung. Untuk lebih jelas di dalam pemahamannya bagaimana prosedur dan tata cara permohonan IMB seperti beikut ini

 Gambar  Diagram Alur  Prosedur Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

Recent Posts