Pada perencanaan suatu konstruksi merupakan tahap yang sangat penting karena menyangkut dengan penyusunan rencana teknis (desain) bangunan sampai dengan penyiapan dokumen-dokumen lelang. Biasanya di dalam penyusunan rencana teknis bangunan tersebut menggunakan penyedia jasa perencana konstruksi atau disebut konsultan perencana. Bisa yang berbadan hukum atau perorangan yang ahli atau berkompeten dalam jasa konsultan tersebut. Pada proses penyusunan rencana teknis tersebut disusun berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK), disesuaikan dengan pedoman dan ketentuan standar teknis yang berlaku. Dalam kegiatan perencanaan dan perancangan pada proyek bangunan bias kita uraikan sebagai berikut :
Selasa, 08 November 2011
Selasa, 25 Oktober 2011
PERSYARATAN ADMINISTRATIF BANGUNAN
Secara umum persyaratan suatu bangunan pada dasarnya harus memenuhi persyaratan administratif. Tetapi persyaratan bangunan secara teknis harus sesuai dengan fungsi dari bangunan itu tersebut. Pada persyaratan administratif seuatu bangunan gedung tersebut antara lain yaitu
1. Status dari hak atas tanah, dan/atau ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah tersebut
2. Status dari kepemilikan bangunan gedung tersebut
3. ijin mendirikan bangunan gedung (IMB)
Oleh karena itu setiap bangunan gedung harus didirikan pada tanah yang status kepemilikannya yang jelas, dengan catatan milik sendiri maupun milik pihak lain, supaya tidak bermasalah. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) suatu bangunan diberikan oleh pemerintah daerah, terkecuali untuk bangunan dengan fungsi khusus itu IMB nya diberikan oleh Pemerintah Pusat. IMB tersebut diberikan melalui proses permohonan. Untuk IMB telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 24/PRT/M/2007 yang dikeluarkan Tanggal 9 Agustus 2007 Tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan Gedung. Untuk lebih jelas di dalam pemahamannya bagaimana prosedur dan tata cara permohonan IMB seperti beikut ini
Gambar Diagram Alur Prosedur Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
LINGKUP PEKERJAAN BANGUNAN
Ruang lingkup pekerjaan bangunan merupakan wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukan baik yang ada di atas, di bawah tanah dan/atau di air. Bangunan merupakan wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi. Orang mengartikan bahwa bangunan itu berupa rumah, gedung, jembatan atau sarana prasarana lainnya. Dalam lingkup pekerjaan proyek bangunan atau proyek konstruksi terbagi menjadi 4 jenis yaitu
Senin, 24 Oktober 2011
MERENCANAKAN RAB SUATU BANGUNAN
Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan bangunan atau proyek tersebut. Misalkan membangunan rumah, baik itu rumah sederhana, rumah sedang, atau rumah mewah, rumah untuk dihuni maupun properti konsumsi publik , bangunan-bangunan sipil. Pekerjaan proyek tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu perencanaan RAB harus dihitung dengan sangat teliti dan cermat. Perhitungan-perhitungan tersebut didalamnya itu terdiri dari jumlah biaya pembuatannya, volume pekerjaan, jenis-jenis pekerjaan, harga bahan, upah pekerja, dan rencana serta syarat-syarat kerja. Pentingnya RAB bertujuan agar biaya pembuatan rumah atau pekerjaan bangunan sipil efesien dan terukur sesuai dengan gambar yang direncanakan. Anggaran biaya pada sebuah pekerjaan proyek bangunan sama tetapi ditiap daerah nilai bangunan tersebut nilainya akan berbeda. Perbedaan biaya tersebut disebabkan adanya perbedaan harga dan upah tenaga kerja. Dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan sipil untuk merencanakan Anggaran Biaya ada dua cara untuk melakukan penyusunan anggaran biaya tersebut, yaitu
1. Rencana Anggaran Biaya Kasar
Pedoman untuk menyusun anggaran biaya pekerjaan bangunan atau proyek berdasarkan harga satuan tiap meter persegi luas lantai.
2. Rencana Anggaran Biaya Halus
Menyusun anggaran biaya bangunan atau proyek yang dihitung secara teliti dan cermat sehingga perhitungan tersebut sesuai dengan ketentuan dan syarat-syarat penyusunan anggaran biaya pekerjaan bangunan atau proyek.
Didalam perhitungan anggaran biaya harus berdasarkan pada
- Bestek, yang berfungsi untuk menentukan spesifikasi bahan dan syarat-syarat teknis.
- Gambar Bestek yang berfungsi untuk menentukan besarnya masing-masing volume pekerjaan. Berikut ini contoh gambar bestek
Langganan:
Postingan (Atom)


